Ini Jenis-jenis Beras dan Cara Membedakannya

Ini Jenis-jenis Beras dan Cara Membedakannya

Indonesia jadi salah satu negara besar yang makanan pokoknya nasi. Memang tidak semua wilayah mengonsumsi nasi, tapi sebagian besar daerah di Indonesia dijadikan tempat untuk menanam beras untuk seluruh negeri. Tak heran ada banyak jenis beras yang dijual di pasaran dengan masing-masing perbedaannya.

Perbedaan jenis beras juga berpengaruh pada bentuk, warna, dan aroma saat sudah diolah menjadi nasi. Selain itu, kandungan gizi dari masing-masing beras juga berbeda-beda. Beberapa orang malah menyesuaikan jenis beras dengan lauk yang akan menemaninya di atas meja makan.

Untuk itu, kamu perlu mencari tahu jenis-jenis beras supaya tidak bingung saat akan membelinya nanti. Cari tahu juga kandungan nutrisinya supaya tahu takaran saat mengonsumsinya.


Jenis dan Ciri Khas Beras di Pasaran

Masih banyak orang Indonesia yang belum merasa makan sebelum nasi masuk ke perutnya. Yap, nasi punya karakteristik yang sangat mengenyangkan dan memang jadi pilihan menu saat kamu sedang lapar-laparnya. Nah, sekarang waktunya untuk mencari tahu berbagai jenis beras dan ciri khasnya masing-masing.

Berikut jenis-jenis beras yang ada di pasaran berikut kandungan dan cirinya.


1. Beras putih

jenis beras premium

Beras putih berasal dari padi yang sudah dihilangkan sekam, bekatul, dan benihnya. Beras ini kemudian dipoles supaya tampilannya jadi lebih cerah, putih, dan mengilat. Proses yang panjang ini yang membuat beras putih lebih tahan lama dibandingkan jenis beras yang lainnya. Rasa beras pun jadi pulen dan enak.

Sayangnya, kandungan gizi dari beras putih banyak yang hilang. Beras putih hampir tidak memiliki kandungan vitamin B1. Untuk itu, kamu perlu mendampingi beras putih dengan lauk yang sangat bergizi untuk tetap menjaga asupan nutrisi harian.

Karena jenis yang satu ini paling banyak digemari, beras putih paling banyak variannya. Kamu bisa mendapatkan berbagai varian macam beras putih di pasar Indonesia. Simak beberapa macamnya di bawah ini:


- Beras Pandan Wangi

Seperti namanya, beras pandan wangi punya aroma khas yang membuat nafsu makan bertambah. Varian beras ini pun juga akan sangat pulen setelah ditanak. Beras pandan wangi tidak berwarna putih bersih, tapi sedikit kekuningan.


- Beras Rojolele

Varian beras yang ini juga sangat pulen setelah ditanak. Beras rojolele juga punya aroma yang harum meskipun tidak seharum pandan wangi. Bentuk dari beras ini bulat dan sedikit memanjang.


- Beras Setra Ramos

Nama lain dari veras ini adalah IR64. Beras ini juga sering jadi pilihan karena harganya yang sangat terjangkau. Ada baiknya juga tidak terlalu banyak memasaknya karena varian beras ini lebih cepat basi. Beras IR64 sama sekali tidak punya aroma. Bentuknya pun seperti beras pada umumnya, panjang dan lonjong.


- Beras IR42

Jenis beras yang satu ini paling pas untuk dimasak menjadi nasi goreng, nasi uduk, lontong, dan ketupat. Yap, beras IR64 juga sering disebut beras pera karena punya karakteristik yang keras dan kering. Bentuknya pun lebih kecil dan bulat.

Namun, beras ini terbilang cukup sulit dicari dan harganya lebih mahal dibanding dengan beras IR64. Jarang ada petani yang mau menanam beras IR42 dalam jumlah yang banyak.


- Beras Batang Lembang

Beras yang satu ini juga sering disebut beras jepang. Bentuknya lebih panjang setiap butirnya dan punya warna yang putih bersih. Beras yang satu ini paling pulen dibandingkan dengan varian beras yang lain.


Baca juga: Manfaat Air Beras untuk Bikin Wajah Lebih Glowing


2. Beras cokelat

beras coklat organik

Jenis beras yang satu ini hanya dihilangkan sekamnya saja dan tidak melalui proses yang panjang. Bentuknya pun masih sangat kasar dengan warna cokelat kusam. Nasi jadinya pun akan kering dan pera.

Kamu pun perlu waktu yang lebih panjang untuk menanak beras cokelat. Daya tahan dari beras ini pun tidak lama. Jadi, sebaiknya langsung habis setelah dimasak. Beras cokelat punya kandungan yang sangat kaya, seperti magnesium, fosfor, selenium, thiamine, niasin, vitamin B6, mangan, dan serat.


3. Beras merah

beras merah organik

Warna merah dari beras ini berasal dari kandungan antosianin dengan rasa mirip dengan kacang tanah. Beras berah punya karakteristik tinggi serat dan gizi. Jenis beras yang satu ini juga cepat basi bila tidak disimpan dengan baik.

Jenis beras yang satu ini juga punya harga yang lebih mahal dibanding beras putih. Banyak orang mengonsumsi beras merah untuk memaksimalkan program diet. Untuk membuat nasi, ada baiknya merendam beras merah selama 20 – 25 menit.


Baca juga: Resep Nasi Briyani nan Kaya Rempah dan Pasti Lezat


4. Beras hitam

beras hitam organik

Beras hitam punya warna yang sangat pekat, tapi akan berubah jadi ungu setelah dimasak. Warna ini juga berasal dari kandungan antosianin yang sangat tinggi. Kandungan inilah yang paling banyak dimiliki dibandingkan dengan beras lainnya.

Beras hitam punya kandungan zat besi, vitamin E, serat, dan antioksidan. Banyak yang percaya juga bahwa beras hitam paling menyehatkan dibanding jenis lainnya.


5. Beras ketan

kandungan beras ketan

Ciri dari jenis beras ini adalah warna yang transparan dan lengket saat dimasak. Hal ini disebabkan karena beras ketan punya amilopektin yang tinggi, tapi amilose yang rendah. Beras ketan juga sering jadi campuran untuk membuat sushi supaya lebih lengket.

Beras ketan juga sering dipakai untuk kudapan tradisional dan makanan ringan. Beras ketan juga punya varian beras ketan hitam untuk membuat bubur yang mengenyangkan.


Baca juga: Apa Sih Beras Organik Itu? Ketahui Segala Hal Tentang Beras Organik di Sini


Itu dia beberapa jenis beras dan karakteristiknya masing-masing. Kamu bisa mendapatkan beras dalam kualitas dan harga terbaik di aplikasi belanja online Chilibeli dan bisa langsung mengolahnya di rumah.

Jangan lewatkan juga kesempatan untuk bergabung menjadi Mitra Chilibeli dan menjual bahan makanan untuk dapat uang tambahan. Caranya mudah, tinggal daftar di sini dan dapatkan semua benefitnya.